Tampilkan posting dengan label Cacat Mata. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Cacat Mata. Tampilkan semua posting

Jenis Cacat Mata Dan Penanggulangannya Serta Lensa Kacamata Yang Dibutuhkan

Cacat Mata tidak dapat disepelekan, sebab masalah ini bisa terjadi pada siapapun. Untuk itu, sangat penting mengetahui kelainan yang terjadi pada mata, macam-macam cacat, bagaimana mengatasinya dan kacamata apa yang tepat untuk dipilih agar tidak menjadi semakin parah dan berujung pada kebutaan.

Jenis Cacat Mata Dan Penanggulangannya Serta Lensa Kacamata Yang Dibutuhkan

Hal pertama yang harus diketahui adalah berbagai macam cacat yang bisa terjadi pada mata. Penyakit mata memang sangat banyak bahkan jika dihitung ada sekitar 8 macam yakni rabun jauh, rabun dekat, rabun tua, rabun senja, buta warna, katarak, pterigium, gloukoma dan terakhir adalah astigmatisme. Untuk penjelasan lebih lanjut, berikut kami paparkan.
Jenis Cacat Mata Dan Penanggulangannya Serta Lensa Kacamata Yang Dibutuhkan

Jenis-Jenis / Macam-macam Cacat Mata dan cara penanggulangannya

1. Rabun jauh / mata minus (miopi)
Rabun jauh adalah cacat pada mata dimana penderita tidak memiliki kemampuan untuk melihat objek secara jelas terutama jika jarak pandang cukup jauh.
Hal ini terjadi dikarenakan lensa mata yang terlalu pipih.
Adapun Ciri ciri cacat mata miopi adalah  tidak jelas melihat benda jauh sedangkan benda dekat kelihatan , mudah pusing , pandangan terbatas , dan tidak kuat melihat sinar matahari dan cahaya terang lainnya .

Penderita rabun jauh memiliki masalah pada bayangan benda yang jatuhnya di depan retina.
Untuk itu, disarankan penderitanya menggunakan kacamata yang berlensa cekung atau lensa negatif supaya bayangan bisa jatuh tepat di retina.

2. Rabun dekat / mata plus (Hipermetropi)
Apa Pengertian cacat mata rabun dekat ? Jika Seorang yang memiliki Cacat Mata rabun dekat artinya memiliki kemampuan penglihatan jauh saja. Jika objek yang dilihat cukup dekat, pandangannya menjadi kabur. Bahkan, penderita tidak bisa membaca huruf kecil yang ada di koran jika membacanya dari dekat. Sehingga, tulisan menjadi lebih jelas jika sedikit dijauhkan.
Hal tersebut terjadi sebab bayangan benda malah jatuh di belakang retina.
Penderita rabun dekat atau cacat mata hipermetropi disarankan untuk menggunakan lensa cembung atau lensa positif agar bayangan benda bisa jatuh tepat di retina.

3. Rabun tua / presbiopi
cacat mata presbiopi ini adalah dikarenakan lanjut usia, kemampuan tubuh pun sudah pasti berkurang termasuk penglihatan. Mata menjadi lebih lemah sehingga penderita tidak dapat melihat benda baik yang jauh atau yang dekat.
Untuk menanganinya, penderita membutuhkan kacamata rangkap. Artinya, kacamata tersebut dilengkapi dengan lensa positif dan lensa negatif.

4. Rabun senja (Hemerolopi)
Cacat Mata ini berarti penderita tidak akan dapat melihat objek secara jelas hanya pada saat senja hari saja. Di lain waktu tersebut, penderita dapat melihat segalanya dengan jelas.
Hal tersebut bisa terjadi karena kurangnya vitamin A.
Untuk menanganinya, penderita disarankan memperbanyak konsumsi makanan yang kaya vitamin A seperti wortel dan sayuran.

5. Katarak
Penyakit mata yang satu ini dapat dideteksi dengan mudah sebab penderita katarak akan memiliki kabut di sekitar lensa mata. Pada mata normal, lensa mata tampak transparan dan kaya akan air. Hal tersebut adalah alasan utama mengapa seseorang bermata normal bisa melihat segalanya dengan mudah karena cahaya dapat menembusnya. Meskipun kenyataannya selalu ada sel-sel baru yang membentuk, ada banyak hal yang menyebabkan lensa menjadi buram, pejal dan kemudian mengeras. Sehingga, lensa tidak akan bening kembali dan lensa pun tidak dapat bekerja optimal untuk meneruskan cahaya ke retina. Dalam kondisi tersebut, maka tidak ada yang bisa diproses atau dikirim pada saraf optik menuju otak guna menerjemahkan warna dan objek apapun.

Penyebab utama dari munculnya Cacat Mata pada penderita katarak bisa dikarenakan proses degeneratif atau pertambahan usia. Tidak heran jika penyakit ini paling sering muncul pada orang tua atau yang berusia lanjut.

Untuk menangani katarak, dibutuhkan operasi katarak. Atau anda bisa dengan menggunakan cara alami seperti minum jus wortel, menggunakan masker mata dengan esktrak atau jus bunga labu, menggunakan madu alami, menggunakan campuran adas dan ketumbar, menggunakan buah almond dan merica, serta mendidihkan 2 buah kapulaga halus dan susu yang sudah direbus mendidih untuk diminum air campurannya.


6. Pterigium
Pernahkah anda mendengar tentang Pterigium? Penyakit ini adalah penyakit mata dimana kondisi mata menjadi tidak normal karena adanya pertumbuhan daging yang muncul di area ornea mata. Daging tersebut sebenarnya adalah membran yang kemudian menyelimuti bagian putih mata atau juga disebut sebagai konjungtiva. Daging tersebut kemudian tumbuh tidak normal pada kornea. Daging ini bisa tumbuh kecil atau bahkan membesar dan mengganggu penglihatan anda.
Penyebab dari Cacat Mata ini adalah karena paparan sinar matahari yang cukup lama dan biasanya disebabkan oleh sinar UV. Faktor penyebab lainnya adalah iritasi mata kronis karena debu dan kondisi mata yang kering.
Cara menanganinya adalah dengan operasi pterigium. Biasanya penderita akan diberikan obat tetes mata. Tetapi dalam kondisi yang parah, penderita dianjurkan untuk melakukan operasi walaupun setelah operasi terdapat kemungkinan bahwa pterigium bisa tumbuh kembali. Operasi dilakukan dengan harapan agar tidak mengganggu penglihatan dan mengurangi parahnya pertumbuhan pterigium.

7. Glaukoma
Cacat Mata lainnya adalah sakit mataGlaukoma dimana mata mengalami kerusakan saraf optik yang sangat penting perannya sebagai pembawa pesan cahaya mulai dari mata untuk disalurkan ke otak. Dengan adanya kerusakan saraf optik ini, maka penglihatan menjadi terganggu dan tidak jelas.
Cacat ini muncul dikarenakan adanya kelebihan cairan humor yang mengisi bagian dalam bola mata anda. Padahal, cairan tersebut diproduksi oleh jaringan-jaringan yang ada di depan bola mata sebagai pasokan makanan untuk lensa mata dan juga kornea.
Untuk penanganan glaukoma, penderita bisa menggunakan obat tetes mata, obat untuk ditelan, operasi atau tindakan laser yang diharapkan dapat menurunkan atau menstabilkan tekanan yang ada pada bola mata. Sehingga, dapat mencegah kerusakan yang lebih parah dalam kemampuan untuk melihat. Ketika dideteksi secara dini, tingkat kesuksesan pencegahan bisa semakin besar. Untuk kasus lainnya, penderita bahkan membutuhkan terapi mata sebagai alternatif jika tidak ingin operasi. Tetapi, jika obat-obatan yang dilakukan dan prosedur laser tidak mampu mengendalikan tekanan mata pada penderita, maka penanganan yang harus dilakukan berikutnya adalah dengan melakukan operasi guna membuat saluran baru sehingga cairan mata bisa dikeluarkan. Sudah pasti operasi menjadi jalan akhir jika semua cara yang dilakukan masih tidak berhasil.


8. Astigmatisme
Saat muncul ketidakteraturan dalam lengkung-lengkung permukaan bias mata, maka penderita akan mengalami penangkapan sinar cahaya yang tidak fokus pada mata terutama di selaput jala atau retina. Astigmatis sendiri dibagi menjadi dua yakni astigmatis kornea dan astigmatis lensa.
Untuk cacat mata astigmatis kornea, hal tersebut terjadi karena lengkung atau daya bias kornea kurang teratur, dan astigmatis lensa berarti daya bias lensa yang kurang teratur.
Dalam hal ini, penderita akan kesulitan melihat benda dengan jelas. Pandangannya tampak kabur terutama untuk melihat objek berukuran kecil. Biasanya terjadi pada penderita myopia sehingga dibutuhkan kacamata silindris atau lensa kontak.

Untuk penangannya juga bisa dengan melakukan operasi refraktif.

Nah, itulah informasi lengkap tentang jenis- jenis cacat mata dan lensa kacamata yang dibutuhkan .  Hal terpenting untuk menjaga kesehatan mata adalah dengan tidak melakukan kebiasaan buruk seperti tidak memforsir mata untuk terus bekerja didepan layar serta dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan dengan kandungan vitamin A yang tinggi. Jika mengalami gangguan mata, pastikan anda segera periksa ke dokter agar tahu penyebab dan nama penyakitnya sehingga bisa diatasi sejak dini.